SUKACITA DALAM PERJUMPAAN

Kesempatan MUSPAS Keuskupan Agung Kupang tahun 2016, ternyata menjadi saat yang tepat untuk ‘berjumpa’. Bicara soal perjumpaan, maka berjumpa dengan sahabat lama tentu selalu membawa kebahagiaan. Barangkali sudah satu bulan, dua tahun, tiga tahun sahabat-sahabat seangkatan, sahabat seminari dulu tidak pernah berjumpa. Di MUSPAS ini, kita dapat melihat arti sebuah perjumpaan. Para peserta MUSPAS memanfaatkan waktu di sela makan siang untuk saling menyapa, saling berbagi pengalaman dan suka duka. Barangkali kutipan dalam novel Mr. Jack dan Mrs. Hide “Sahabat adalah hadiah yang kita berikan untuk diri kita sendiri”, membawa pesan yang penting. Telah jauh waktu kita berpisah, kita perlu menyiapkan waktu kembali berjumpa. Mungkin bukan untuk memberikan kado natal atau tahun baru, tetapi hanya sebuah jabatan tangan dan senyuman atau sebuah kalimat pendek ’teman kau sudah tambah gemuk’ akan selalu menyejukkan.
 
Di beberapa sudut meja makan beberapa Imam bernostalgia tentang masa-masa pendidikan mereka dulu. Cerita tentang Ledalero terdengar membahana sambil diserta celetuk tertawa. Tidak saja antara Imam dan Imam, tetapi juga beberapa awam yang dulu pernah menjadi bagian dari Seminari. Bapak Kristo Blasin dan Bapak Marianus Kleden berbaur bersama teman-teman angkatan, kakak senior dan adik-adiknya yang dahulu pernah bersama-sama di Seminari. Mereka berbagi pengalaman tentang Imamat, Keluarga dan Kesetiaan, sambil sesekali meniru gaya jalan dari seorang Pembina di Seminari pada waktu itu.
 
Di sudut kursi yang lain, beberapa awam pun saling merangkul. Mereka tertawa terbahak-bahak sambil mengulang kisah mereka dulu semasa berada di STIPAS, semasa menjadi Guru Agama di sebuah tempat yang sama. Indah, bukan?. Inilah perjumpaan. Selalu terungkap kenangan masa lalu dan harapan akan masa depan yang baik.
 
Para suster pun tak kalah sumringahnya. Wajah mereka beradu senyum, saling mendahului dalam menyapa satu sama lain. Beberapa suster dari biara OMJM dan RVM tampak akrab. Barangkali mereka sedang berkisah tentang kerja sama mereka dahulu kala yang kini telah jauh berbeda dan ada kemauan untuk bersama-sama melakukan lagi hal yang indah.
 
Jika semuanya telah berjumpa maka kita tutup kisah kasih perjumpaan ini dengan cerita para Frater TOP. Meja panitia ternyata membuat mereka kembali berjumpa setelah satu tahun atau bahkan hampir dua tahun berpisah. Di sela kesibukan, mereka saling berbagi, saling menguatkan panggilan. “Teman, sedikit lagi kita sudah pulang Seminari Tinggi. Kita harus bisa kembali.”
Inilah ungkapan nyata dari "sukacita dalam perjumpaan"

Suara Gembala

Pesan Paskah Uskup Agung Kupang

“Jangalah seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.” (1Kor 10:24)
 
Saudara-saudari terkasih,

Tokoh

Beato Innosensius XI, Paus

Benedetto Odescalchi -demikian nama Innosensius- lahir di Como, Italia pada tanggal 19 Mei 1611. Masa pontifikatnya (1676-1689) ditandai dengan suatu perjuangan panjang lagi berat melawan campur tangan Raja Louis XIV dari Prancis (1643-1715) dalam urusan-urusan Gereja.

Renungan Harian

Mari Menjadi Saudara Yang Baik Dan Benar

Rabu, 15 Agustus 2018 - Hari Biasa
Yeh. 9:1-7; 10:18-22; Mzm. 113:1-2,3-4,5-6; Mat. 18:15-20.
BcO Za. 10:3-11:3.
warna liturgi Hijau

Saling mengoreksi seringkali menjadi hal yang tidak mudah. Hal ini bisa saja terjadi karena ketidakpedulian, atau juga karena ada keengganan satu terhadap yang sama lain .