Sakramen Ekaristi

Pelayan: hanya uskup atau imam.
 
Tanda: Roti dan anggur yang merupakan simbol dari hasil Bumi dan usaha manusia. Roti dan anggur ini dipersembahkan dalam Misa atau “perjamuan Tuhan” yang merupakan kenangan akan wafat dan kebangkitannya.
 
Kata-kata: dalam perayaan Ekaristi khususnya Doa Syukur Agung, Pelayan mengulurkan tangan ke atas roti dan anggur dan mengundang Roh Kudus untuk menjadikan roti dan anggur itu Tubuh dan Darah Yesus Kristus lalu selanjutnya mengucapkan kata-kata Tuhan sendiri yang ditutup dengan kata-kata “lakukanlah ini untuk mengenangkan daku”. Dengan konsekrasi maka terjadi perubahan substansi roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Perubahan seperti ini yang dikenal dengan istila “Transsubstantiatio”.
 
Yang terjadi: Ekaristi adalah perjamuan Tubuh dan Darah Kristus yang merupakan roti hidup, santapan jiwa. Dengan menyambut Roti hidup itu manusia dianugerahi bantuan khusus untuk dapat menghidupi iman secara otentik dan penuh. Sakramen ini menghadirkan puncak karya penyelamatan Allah, karena merupakan kenangan sekaligus pengaktualisasian kurban Kristus di salib demi keselamatan umat manusia. Juga merupakan sumber kehidupan kristiani sebab dengan menyantap tubuh Kristus berarti menyatukan diri dengan Kristus, sumber keselamatan. Ekaristi juga adalah sumber kesatuan umat kristen dan ikatan kasih antar umat dalam dan dengan Kristus.

Suara Gembala

Pesan Paskah Uskup Agung Kupang

“Jangalah seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.” (1Kor 10:24)
 
Saudara-saudari terkasih,

Tokoh

B. Marie-Leonie Paradis

Elodie Paradis dilahirkan di desa L'Acadie di Quebec, Canada pada tanggal 12 Mei 1840. Orangtuanya miskin, namun mereka adalah orang-orang Katolik yang saleh. Mereka mencintai gadis kecil mereka.

Renungan Harian

Iman Yang Bertumbuh Bagai Biji Sesawi

Minggu, 17 Juni 2018
Hari Minggu Biasa XI (H). E KemSyah.
BcE Yeh. 17:22-24;
Mzm. 92:2-3,13-14,15-16; 2Kor. 5:6-10;
Mrk. 4:26-34.
O AllTuh.

Ungkapan “Kerajaan Allah” seringkali kita jumpaidalam Injil Markus dan Lukas. Ungkapan ini sejatinya bukanlahmenunjuk pada suatuwilayah atau pemerintahan, melainkan menunjuk pada kebesaran, kemuliaan, kekuasaan Tuhan yang diberitakan kedatangannya kepada umat manusia.