Pembekalan APP 2016 Wilayah Kepulauan

Sosialisasi APP 2016 berlangung pula untuk paroki-paroki kepulauan. Pada hari Sabtu, 30 Januari 2016, para tokoh umat dan fasilitator katekese dari Paroki Gembala Baik - Kalabahi, berkumpul di aula pastoran Kalabahi guna mendengarkan masukan dan arahan dari yang mewakili panitia APP 2016, RD Andre Lanus. Setelah mmberi masukan seputar kegiatan APP 2016, RD Andre mengajak para peserta untuk bersama-sama membuat bahan katekese. Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih 6 jam tersebut dibuka secara resmi oleh Pastor Kepala Paroki Yesus Gembala Baik Alor, RD Krispinus Saku dan didampingi Pastor Stasi St Yohanes Rasul Helangdohi, RD Roy Knaofmone. Bahan-bahan katekese yang hampir rampung akan diperbanyak oleh Seksi Pewartaan Paroki. Dan umat Kalabahi akan mulai mengadakan katekese pada minggu pertama prapaskah.
 
Pada saat yang sama, kegiatan yang sama berlangsung pula di Gereja Santu Yakobus Rasul Bukapiting. Sosialisasi APP 2016 dibawakan oleh RD Patris Neonnub. Setelah mengikuti sosialisasi, para pastor, para suster, katekis dan umat yang hadir, berusaha menyampaikan  kenyataan hidup mereka untuk dicatat sebagai bahan katekese yang akan disusun khusus oleh tim dari seksi pewartaan Paroki St. Yakobus Rasul. Bapak Benny Assalau, ketua seksi pewartaan menegaskan bahwa timnya akan berusaha agar bahan katekese dapat diselesaikan sesegera mungkin, untuk kemudian dipelajari oleh para pemandu katekese umat sebelum turun untuk berkatekese.
Sementara itu, Paroki St. Kristoforus Baa melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penyusunan bahan katekese pada Jumat, 5 Februari 2016. Kegiatan ini melibatkan seluruh tokoh umat di wilayah Paroki St Kristoforus Ba'a. Selain dua wakil dari panitia, RD Andre Lanus dan RD Patris, hadir pula tokoh awam, Bapak Anton Bele. Bapa Anton, langsung berkatekese bersama umat yang hadir tentang pentingnya hidup pantang menyerah; sebagai orang Katolik yang hidup di tengah kemajemukan hidup beragama. Dengan memakai analogi lima jari tangan, Bapak Anton menegaskan, "Yang seyogyanya mejadi pegangan hidup keluarga adalah 5 (lima) hal: Sembahyang, Sabda, Sakramen, Belajar dan Bekerja. Dua hal terakhir akan ditinggalkan saat seseorang wafat, sedangkan 3 S yang pertama akan terus dibawa hingga kehidupan kekal".  Menurut Bapa Niko, salah satu tokoh umat, "Tantangan terbesar paroki ini adalah bagaimana orang mau memberi bukan dari kelimpahan saja tapi juga dari setiap kekurangan. Kami sedang melaksanakan pembangunan fisik Gereja, jadi soal "memberi", entah itu dukungan material, ataupun non-material menjadi hal yang mendesak."
 
Sementara itu dari Paroki Santu Paulus Seba, Bapak Patris Boro, Ketua DPP, ketika dihubungi lewat telepon mengatakan mereka siap untuk melaksanakan kegiatan APP 2016, segera sesudah menerima bahan-bahan sosialisasi dari panitia. 

Suara Gembala

Pesan Paskah Uskup Agung Kupang

“Jangalah seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.” (1Kor 10:24)
 
Saudara-saudari terkasih,

Tokoh

Santo Ignasius dari Antiokia,

Ignasius adalah murid Santo Yohanes, Rasul dan Penulis Injil. Bagi Yohanes, Ignasius adalah murid yang mengesankan: ia pandai, saleh dan bijaksana. Oleh karena itu ia kemudian diangkat menjadi Uskup Antiokia.

Renungan Harian

Tetaplah Berbuat Baik

Rabu, 17 Oktober 2018
Pw S. Ignasius dr Antiokhia, UskMrt (M).
BcE Gal. 5:18-25;
Mzm. 1:1-2,3,4,6;
Luk. 11:42-46; atau dr RUybs.
BcO Sir. 15:11-20.

Tentulah kita pernah mendengar pepatah yang mengatakan apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai.