NUSRA YOUTH DAY II : SUKACITA DALAM KEBERAGAMAN

Euforia perhelatan Orang Muda Katolik (OMK) dalam Nusra Youth Day Kedua (NYD II) telah berakhir pada Jumat Malam 6 Juli 2018. Perhelatan tiga tahunan yang merupakan ajang temu kangen perjumpaan bagi OMK se Nusa Tenggara berlangsung di wilayah Keuskupan Agung Kupang. Tepatnya di bilangan Kota Kupang.  NYD yang pertama telah terjadi di Keuskupan Weetabula, Sumba. Perjumpaan OMK kali kedua ini dibalut  dengan tema , “Sukacita Dalam Keberagaman” berlangsung sejak tanggal 30 Juni s/d 6 Juli 2018.
 
Ajang perjumpaan peserta dari berbagai Keuskupan dalam wilayah Nusa Tenggara  ini terdiri dari Keuskupan Agung Kupang sebagai tuan rumah, Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Larantuka, Weetabula (Sumba), Ruteng, Maumere, Atambua minus Keuskupan Denpasar. Sebanyak 695OMK dari berbagai latar belakangberbeda  etnis,budaya,  keluarga,pendidikan,   kepribadian dan kebiasaan  membaur  dalam NYD II berjumpa untuk mengalami sukacita dalam keberagaman.
                                                                   
OMK YANG MANDIRI
 
“Para bapa uskup se Nusa Tenggara mendukung, memberi apresiasi penuh terhadap kegiatan orang muda ini. Begitu pun dalam sinode para Uskup menginginkan kebaikan untuk Orang Muda di seluruh dunia. Untuk membangun martabatnya orang muda harus mempunyai pekerjaan yang layak sesuai dengan keinginan dirinya sendiri serta mendengarkan sabda Tuhan.Seturut tema Sukacita dalam keberagaman itulah yang membuat orang muda bergembira dengan rasa syukur. Bergembira sebagai pribadi yang menghayati & mengalami sukacita dalam Tuhan. Bergembira dalam keberagaman sebagai pribadi yang mandiri. Mandiri yang bukan mengisolasi diri. Tetapi mandiri untuk belajar dari orang lain agar saling berpartisipasi memberi dukungan, kesempatan dan saling melengkapi satu sama lain”. 
 
Demikian inti sari yang disampaikan Mgr.  Petrus Turang, Uskup Agung Kupang pada arahannya  dihadapan para peserta NYD II di aula Gereja Sta. Maria Assumpta, Kota Baru, Kupang di  Rabu pagi (4 Juli).
 
Pekan OMK SeNusa Tenggara yang berlangsung sepekan ini menghadirkan berbagai macam kegiatan variatif. Selain bergabung bersama di venue utama aula Gereja Sta. Maria Assumpta yang menjadi titik sentral kegiatan ada juga kegiatan yang berlangsung di Taman Ziarah Yesus & Maria, Oebelo juga ada  penanaman  anakan pohon di jembatan Petuk. Ada juga defile & parade busana daerah juga pentas seni. Serta kegiatan live in peserta bersama orangtua asuh sejak tanggal 30 Juni sampai selesai kegiatan.  Selama live in peserta yang terdiri dari OMK, para pastor Ketua Komisi Kepemudaan, pastor moderator  dan paraawam  PembinaOMKmengalami kebersamaan tinggal bersama denganorangtua asuh di Kelompok Umat Basis (KUB) yang berbeda-beda. Satu keluarga menerima satu atau dua  anak asuh  saja.
 
 
MERAJUT KEAKRABAN
 
HerminaNuhan (25 thn),OMK dari Paroki Reinha Rosari Katedral, Keuskupan Larantuka sangat bersyukur & bersukacita pada Tuhan bisa menjadi peserta NYD. Sangat antusias dengan beraneka ragam  kegiatan sehingga tidak membosankan. Yang paling berkesan yaitu pada awal kedatangan dengan penjemputan oleh panitia di pelabuhan Bolok. Walaupun tiba dini  hari di pelabuhan tapi panitia dengan ramah tamah menyambut. Tanpa terlihat capeh karena melayani rombongan peserta sebanyak 69 peserta. Terkesan juga dengan keakraban bersama dengan keluarga orang tua asuh selama live in. Bpk. Engky Sarong bersama mama dan tiga orang anak-anaknya masih kecil, membuat suasana rumah seperti di rumah sendiri. Saya seperti anak sendiri dan menjadi kakak bagi adik-adik, ungkap Nana panggilan akrab Hermina Nuhan yang berprofesi  sebagai dokter hewan. Hal yang menyenangkan pula bisa bertemu, berkenalan dengan peserta lain. Secara pribadi, saya lebih senang membaur dengan teman-teman dari Keuskupan lain. Karena kapan lagi bisa membina persahabatan & keakraban kalau bukan saat ini ? Ungkap Nana di sela-sela kegiatan penanaman anak pohon di jembatan petuk, Kelurahan Maulafa (6/7).
 
Sedangkan Sergiana Oriska Lende (Egi, 26 thn), OMK dari paroki St. Mikhael  Elopada, Keuskupan Weetabula (Sumba) sangat terkesan dengan kegiatan demi kegiatan yang diberikan panitia. Proficiat buat panitia. Ada seminar, talkshow, yang menambah wawasan, memotivasi kami untuk berbuat lebih banyak lagi, berbagi ceritera & pengalaman dalam NYD ini. Ada sentuhan rohaninya karena selalu ada perayaan Ekaristi setiap hari dan juga terkesan dengan acara di Taman Ziarah Oebelo. Betul-betul kami di sapa satu-persatu untuk hening, melupakan sejenak rutinitas dan mengalami berjalan bersama Tuhan & Bunda Maria. Doa tobat, sakramen pengakuan, sharing bersama, doa Rosario dan di tutup dengan Ekaristi Kudus pada (5/7) dan hari ini sebelum penutupan kami diingatkan untuk mencintai alam dengan penanaman anakan pohon (6/7). Kami dapat semuanya. Seperti yang dipesan Bapak Uskup Kupang, “sadar diri, sadar sesama dan sadar ekologis”. Ungkap Egi yang pernah mengikuti Indonesia Youth Day di Manado.
 
Ketua panitia NYD II, RD. Longginus Bone, mengungkapkan kebanggaannya memiliki OMK. “Saya dan kita semua bangga memiliki OMK. Untuk itu OMK  harus menjadi garam & terang dunia. Menjadi OMK yang militan.  Untuk itu mari kita  bergandengan tangan agar kehadiran OMK selalu membawa kegembiraan dan sukacita dimana saja beradasehingga menjadi kekuatan bagi bangsa & gereja.”
 
Senada dengan Ketua Panitia,  Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Kupang, Sr. Tyas, RVM di sela-sela kegiatan  mengharapkan agar kesempatan emas bagi OMK untuk mengalami perjumpaan, saling belajar satu sama lain, menyalurkan bakat dan ketrampilan serta  membangun komunikasi yang aktif untuk membangun kekuatan bersama demi  Gereja Katolik di Nusa Tenggara.
 
Kegiatan yang juga dihadiri dan didukung Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dan jajaran Muspida ini, diwarnai dengan defile dan parade dengan menggunakan pakaian adat masing-masing Keuskupan berlangsung di pelataran Gereja Sta. Maria Assumpta Kota Baru menuju Rumah Jabatan Gubernur NTT di lepas oleh Hermanus Man, Wakil Walikota Kupang pada Selasa Sore (3 Juli) setlah misa pembukaan.
 
Frans Lebu Raya, Gubernur NTTmembuka dengan resmi kegiatan NYD II.   Dalam sambutannya di Rumah Jabatan  Gubernur yang secara khusus mengulas tema keberagaman mengatakan, “Tanpa keberagaman kita tidak dapat mengenal satu dengan yang lainnya. Dengan beragam maka kita harus membangun gereja & bangsa. 100 % Indonesia, 100 % Katolik.
 
Untuk NYD ketiga akan berlangsung di Keuskupan Maumere pada tahun 2021. “Kami siap dan senang bisa dipercayakan   sebagai tuan rumah NYD III. Karena  kami mendapat dukungan penuh dari Bapa Uskup, para pastor dan umat”, ungkap RD. Yohanes Satu, Ketua Komisi Keuskupan Maumere.   Viva Orang Muda Katolik......Laudate Yesus Kristus. * (Angel).
 
 
 
 
 
 

Suara Gembala

Pesan Paskah Uskup Agung Kupang

“Jangalah seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.” (1Kor 10:24)
 
Saudara-saudari terkasih,

Tokoh

Santo Paus Leo Agung

Santo Paus Leo I adalah Paus ke-45 dalam sejarah Gereja Katolik. Ia merupakan yang pertama dari 4 orang Paus yang dianugerahi gelar "Agung" (the Great).

Renungan Harian

Mari, ikutlah Aku

Jumat, 30 Nopember 2018, Pesta S. Andreas, Ras (M). E Kem PrefRas.
BcE Rm. 10:9-18; Mzm. 19:2-3,4-5; Mat. 4:18-22.
O AllTuh. BcO 1Kor. 1: 17 - 2:5.

Pada hari ini kita merayakan pesta St. Andreas, rasul. Andreas dikenal sebagai saudara dari Simon Petrus, ia berasal dari kota Betsaida. Menurut Injil Yohanes, Andreas adalah seorang murid Yohanes Pembaptis.